Cuap-Cuap Kesana Kemari

Senin sore ini, tak banyak kerjaan yang datang, entah mengapa terbersit untuk mengunjungimu lagi, sudah hampir 6 tahun yang lalu, ya itu terakhir aku mengunjungimu, dan meninggalkan hanya dengan 1 buah coretan kisah waktu itu. hmm... maaf karena aku sudah sangat egois tak memikirkanmu dan tak menjengukmu. Aku terlalu sibuk mengisi hariku dengan scroll sana-sini.

Aku sadari, sebenarnya banyak hal yang bisa disederhanakan dan diluruskan hanya dengan menulisnya, karena pada dasarnya otakku hanya memprosesnya secara acak tanpa mampu mengurutkannya menjadi satu rangkaian cerita yang runut atau setidaknya mengurutkannya menjadi sebuah urutan skala prioritas. 

Menulis adalah hobi lama yang kutinggalkan, padahal dahulu ini menjadi sebuah sarana buatku untuk merasa lega, dari kegalauanku, kemarahanku, kecurigaanku, kesedihanku, bahkan kebahagianku. semua kutuliskan dengan baik di diary pribadiku lengkap dengan lokasi dan tanggalnya. Sampai pada saat seseorang membacanya, dan menceritakan apa yang kutulis didalamnya, pada saat itu aku merasa menulis bukan menjadi opsi yang baik, karena hal tersebut bisa saja mengeskpose kerentananku terhadap dunia luar, karena menulis itu bukan kutujukan untuk memberitahu khalayak ramai, namun hanya untuk menidentifikasi perasaanku sat itu dan mengenal cara berfikirku sendiri.

Setelah kutinggalkan area penulisan kisah di diary pribadiku, aku memulai mencoba hal baru yaitu menuliskan gratitude journal. Aku menuliskan hal apa saja yang patut aku syukuri hari lepas hari, sehingga aku tidak menjadi sibuk menilai apa yang kurang yang Tuhan berikan, namun bersyukur atas segala sesuatu yang Tuhan telah berikan. merasa cukup adalah hal penting menjadi seorang individu.

Komentar

Postingan Populer