Farewell Paman....

Apa yang lo tabur itu yang bakal lo tuai, emang tuh pepatah bener banget. Hal itu jelas terbukti saat salah seorang OM ditempat kami kerja resign. Hampir semua anak-anak tidak ada yang menunjukkan raut muram atau sedih, bahkan saat sesi foto bareng, semua tampil dengan senyum ogah-ogahan. Miris memang melihat saat dia mulai berpamitan, dan menyampaikan kata-kata terakhirnya sebagai OM. Gw sedikit sedih sih karena gw denger-denger bahwa pengunduran dirinya dipercepat dari permintaan dia sendiri dan memang pihak perusahaan sudah menganggap dia ada dan tiada di minggu-minggu terakhirnya bekerja.

Ekspresi yang ditunjukkan anak-anak termasuk gw, mungkin merupakan sikap yang datang dengan sendirinya dari perasaan kurang diperhatikan dari OM tersebut. Memang kita akui mungkin dia terlalu banyak project yang harus dihandle sehingga sulit untuk concern pada hal-hal kecil, ada juga sih yang besar. Salah satunya issue tentang kesejahteraan karyawan dan kemampuan untuk mau mendengar aspirasi dari kita-kita.

Anyway, thanks alot Sir for ur attention yang mungkin itu sudah maksimal yang bisa Bapak berikan ke kita and sayonara... sukses di tempat yang baru...

Komentar

  1. hal yang perlu kita ingat, berbuat baiklah semampu kita kepada semua orang. jangan sampai menimbulkan kesan buruk, karena kita gak akan pernah tau kita akan bertemu lagi dilain kesempatan. then guess what? I met Paman again. yess waktu gw pindah kerja! bahkan gw dapet kerjaan baru itu karena rekomendasi dia. dan karena itu saya bisa melihatnya lebih fair dari perspektive si paman. kenapa dulu dia tidak bsa intense care sama kita-kita. ya karena simply dia selain jadi OM juga bantu proses presales juga waktu itu. dan OM gak handle 1 project namun beberapa project. Ya bisa kebayanglah ya. dan jika mengenal si paman lebih dekat, dia adalah orang yang sangat baik, dia kalau bantu full support banget. jadi benar kata pepatah kalau tak kenal maka tak sayang. heheh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer